Nomor SMS Center Pesantren
 
Berita Terpopuler
Lowongan Pekerjaan Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran TP. 2010/2011
Ingin mendapatkan tempat kerja yang islami? Ingin mendapatkan mukafa’ah yang .....
Hasil Seleksi Penerimaan Santri Baru Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran TP 2011/2012 Gelombang 1
Alhamdulillah, dengan taufiq dan kemudahan dari Allah Subhanahu wa ta’ala, .....
Lowongan Pekerjaan Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran Indonesia
Ayo... Bergabunglah bersama kami.... Saat ini Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran .....
Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Santri Baru Pesantren Islam Al-Irsyad (PIA) TP 2012/2013
Alhamdulillah, untaian syukur kami panjatkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala .....
Study Banding Pesantren Al Bina Jakarta & Ponpes Assalam Solo ke Pesantren Islam Al-Irsyad
Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran sejak berdiri tahun 1988, Alhamdulillah telah .....
Status Web
free counters

>> Artikel Islam >> Do'a dan Dzikir >> Dzikir Istiftah (memulai sholat) - Bagian 1

Dzikir Istiftah (memulai sholat) - Bagian 1

Oleh : Muhammad Hasan Yusuf, penerjemah oleh Ust. Suharlan Madi Ahya, Lc
Tanggal Publikasi : 26 Nopember 2009
Dzikir-Dzikir Di Dalam Sholat
 
Pertama: Dzikir-dzikir istiftah (memulai sholat) [1].
 
Jumhur ulama berpendapat bahwa dzikir istiftah disyariatkan setelah takbirotul ihram pada raka’at pertama. Banyak riwayat yang dengan jelas menunjukkan bahwa orang yang ingin melaksanakan sholat boleh memilih dzikir-dzikir istiftah yang dia inginkan. Tidak ada perbedaan antara sholat wajib dan sholat sunnah[2].
Adapun pembagian yang tertera di bawah ini, tujuannya adalah untuk menyusun hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan untuk mengetahui apa yang sering beliau ucapkan dalam dzikir tersebut secara mendetail.
 
a. Dzikir istiftah di dalam sholat wajib :
 
1. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، قَالَ: كَانَ رَسُولُ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَبَّرَ فِي الصََّلاةِ سَكَتَ هُنَيَّةً قَبْلَ أَنْ يَقْرَأَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي! أَرَأَيْتَ سُكُوتَكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ، مَا تَقُولُ؟ قَالَ: أَقُولُ: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ. اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ.
 
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata: Apabila Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam takbir di dalam sholat, beliau diam sejenak sebelum membaca “Al Fatihah”. Aku bertanya: Wahai Rosulullah, apa yang engkau ucapkan ketika engkau diam antara takbir dan bacaan “Al Fatihah”? Beliau menjawab: “Aku mengucapkan: (Ya Allah, jauhkanlah antaraku dan antara kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju yang putih dibersihkan dari noda kotoran. Ya Allah, cucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan embun. [3]
Penjelasan hadits :
-     (هنية) : Waktu yang sebentar.
-    (باعد بيني وبين خطاياي كما باعدت بين المشرق والمغرب) : jauhkanlah aku dari perbuatan dosa, dan jauhkanlah aku dari siksa jika aku melakukannya.
-     (نقني من خطاياي كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس) : dosa-dosa yang telah dilakukan olehnya, dan setelah dibersihkan dia berkata : (اغسلني من خطاياي بالثلج والماء والبرد) cucikanlah aku dari dosa-dosaku dengan salju, air, dan embun. Dengan demikian maksud dari doa tersebut adalah: Jauhkanlah aku dari perbuatan dosa, dan apabila aku melakukannya, bersihkanlah aku darinya dan hilangkanlah sisa dosa-dosa itu dengan air, salju, dan embun.
 
Kenapa harus dengan salju dan embun? Jawabnya adalah sesungguhnya dosa-dosa itu akan menyebabkan siksa api neraka. Sedangkan api neraka panas, maka sesuatu yang dingin sangat pantas untuk menghilangkan sesuatu yang panas.
Imam Asy Syaukany berkata: Hadits ini hanya menyebutkan baju putih, karena noda kotoran akan sangat nampak jelas padanya jika dibandingkan dengan warna-warna lain. [4]
Imam Al Khaththaby berkata: Penyebutan salju dan embun di dalam hadits ini adalah untuk ta’kid, atau karena kedua air tersebut belum tersentuh oleh tangan dan sama sekali belum tercemar.
Ibnu Daqiq Al ‘Ied berkata: Penyebutan tiga macam air di dalam hadits ini adalah untuk ta’kid. Karena pakaian yang dibersihkan dengan tiga kali proses pencucian akan menjadi benar-benar bersih.
Al Karmany berkata: Ketiga doa di dalam hadits ini menunjukkan tentang tiga waktu yang berbeda. (1). Menjauhkan perbuatan dosa untuk waktu yang akan datang. (2). Pembersihan dosa yang sedang dilakukan. (3). Pencucian dosa yang telah dilakukan pada waktu yang lampau.[5]

b. Dzikir istiftah di dalam sholat sunnah :
 
2. عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ رضي الله عنه ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي تَطَوُّعًا، قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَاْلأرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صََلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، َلا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ َلا إِلَهَ إَِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ، ثُمَّ يَقْرَأُ.
 
Dari Muhammad bin Maslamah Radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam apabila berdiri untuk sholat sunnah, beliau mengucapkan: “Allah Mahabesar, Aku hadapkan wajahku kepada Rabb yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dalam islam dan aku tidak tergolong orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb Pencipta alam semesta. Tiada sekutu bagi-Nya, untuk itulah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim. Ya Allah, Engkau adalah Raja. Tiada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Mahasuci Engkau dan (aku memuji) dengan pujian-Mu. Kemudian beliau mulai membaca (Al Fatihah).[6]
Penjelasan hadits :
(وجهت وجهي): aku tujukan ibadahku ini, atau aku menghadap dengan wajahku.
-   (حنيفا) : “الحنيف” artinya orang yang condong kepada agama yang benar yaitu Islam.
-   (نسكي) : “النسك” artinya ibadah atau setiap sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah.
 
…bersambung, Insya Alloh…

Diambil dari buku :
“Shahih Dzikir Shalat”
Penulis         : Muhammad Hasan Yusuf
Penerbit       : Darus Sunnah Jakarta
Penerjemah : Suharlan Madi Ahya, Lc


[1]. Sebelum takbirotul ihram tidak dibenarkan untuk mengucapkan apapun dan jangan sama sekali melafalkan niat. Karena tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengucapkan:
أصلي لله صلاة كذا مستقبل القبلة أربع ركعات إماما أو مأموما، ولا قال: أداء ولا قضاء، ولا فرض وقت
Semuanya termasuk bid’ah yang tidak pernah diajarkan oleh syariat. (Zaadul Ma’aad: 1 / 194).
[2]. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah memiliki komentar yang bagus tentang macam-macam istiftah di dalam sholat. Silahkan lihat di dalam Majmu’ Fataawa: 22 / 221 – 236.
[3]. Shahih, diriwayatkan oleh Bukhory no. 744. Muslim no. 147, 598. Nasaiy no. 894. Abu Daud no. 781. Ibnu Majah no. 812, dan lafalnya milik Muslim.
[4]. Tuhfatudz Dzaakiriin karya Imam Asy Syaukany: 267.
[5]. Silahkan lihat perkataan-perkataan ini di dalam Fathul Bary BiSyarhi Shahihil Bukhory: 2 / 269.
[6]. Shahih, hanya diriwayatkan oleh Nasaiy no. 897.

 Kembali

© Hak Cipta oleh Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran @2009 - 2012. Diijinkan untuk copy paste dengan syarat mencantumkan sumbernya
Tampilan terbaik menggunakan Firefox 2+, IE 6+
Designed By : Template World, Modified By : Abu Zaid [19-05-2012 04:42:40]