Allah Menghendaki Kebaikan Untukmu – Seri 40 Hadits Tentang Musibah dan Cobaan (5/40)

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَة

Diriwayatkan dari Anas ibn Malik radhiyallahu ’anhu berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Apabila Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya maka Dia akan menyegerakan untuknya hukuman di dunia. Dan apabila Allah menghendaki kejelekan untuk hamba-Nya maka Dia akan menahan darinya hukuman karena dosanya sehingga kelak di akhirat Dia akan menyempurnakan hukuman untuknya” (HR. At-Tirmidzi, no. 2319 dengan sanad yang hasan)

Faedah Hadits:

  1. Penetapan adanya sifat “Iradah” (Kuasa) bagi Allah yang sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya;
  2. Salah satu tanda Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya adalah dengan memberikan musibah dan ujian kepadanya sebagai hukuman atas dosa dan maksiat yang dia lakukan;
  3. Dan salah satu tanda Allah menghendaki kejelekan kepada hamba-Nya adalah dengan membiarkan hamba tersebut terus dalam kemaksiatan tanpa teguran dan peringatan dari-Nya berupa musibah dan cobaan;
  4. Dosa dan maksiat merupakan sebab turunnya musibah dan cobaan maka hadapilah dengan sabar, syukur, taubat dan memperbanyak istighfar (memohon ampunan) kepada Allah.
    Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,

مَا نَزَلَ البَلَاءُ إِلَّا بِذَنبٍ وَلَا رُفِعَ إِلّا بِتَوبَةٍ

“Tidaklah musibah itu turun melainkan karena dosa dan tidak diangkat melainkan dengan taubat.”

  1. Musibah dan cobaan yang dialami seorang mukmin merupakan tanda kebaikan yang Allah berikan kepadanya. Maka hendaknya dia menghadapinya dengan kesabaran dan selalu berperasangka baik kepada Allah;
  2. Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman dimana Allah ketika sudah memberikan hukuman atas dosa yang dilakukan hamba-Nya tersebut maka Dia tidak akan mengulangi hukuman untuk kedua kalinya di akhirat;
  3. Hukuman Allah yang diberikan kepada hamba-Nya itu ada dua; hukuman yang Allah segerakan di dunia dan hukuman yang Allah simpan untuk diberikan di akhirat;
  4. Hukuman yang Allah berikan kepada hamba-Nya di dunia atas dosa dan kemaksiatan yang dilakukan hamba itu lebih ringan daripada hukuman dan siksaan yang akan Allah berikan kepadanya kelak di akhirat. Maka bersyukurlah atas kasih sayang dan nikmat Allah ini;
  5. Isyarat bahwa segala ketetapan Allah itu tidak kosong dari hikmah dan semua perbuatan-Nya itu selalu membawa kebaikan bagi hamba sekalipun dalam bentuk sesuatu yang tidak disukai oleh hamba.

Wallahu a’lam.

Disarikan dari Kajian Online WAG Tarbiyatun Nisaa’ oleh Ustadz Mahful Safarudin, Lc.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ada Pertanyaan?